
Coating failure dapat terjadi tanpa peringatan. Anda memproduksi panel baja berkualitas tinggi, menerapkan sistem cat premium, lalu pelanggan mengeluhkan lapisan cat terkelupas atau retak setelah proses bending, stamping, atau forming. Situasi seperti ini sering berakar dari satu hal: Anda tidak pernah melakukan uji ketahanan cat secara kuantitatif pada lapisan tersebut. Di sinilah Erichsen Novetest ShE-1 berperan penting. Alat ini memungkinkan Anda mengevaluasi elastisitas dan adhesi coating terhadap deformasi substrat, mulai dari mode pass/fail sederhana hingga pengujian progresif untuk mendeteksi titik keretakan pertama. Sesuai standar ISO 1520:2006, alat ini membantu tim QC Anda memastikan coating benar-benar mampu bertahan pada kondisi aplikasi nyata.
- Overview Erichsen Novetest ShE-1: Alat Uji Ketahanan Cat untuk Coating & Finishing
- Apa itu Erichsen Cupping Test dan Mengapa Penting?
- Standar ISO 1520:2006 dan Parameter Uji yang Diukur
- Cara Kerja Teknologi Erichsen Cupping Tester NOVOTEST ShE-1
- Prinsip Deformasi Bola Baja pada Panel Coating
- Persiapan Panel Uji Sesuai Standar ISO 1520
- Prosedur Pengukuran dan Pembacaan Kedalaman Deformasi
- Fitur Unggulan dan Fungsinya pada NOVOTEST ShE-1
- Konstruksi Mekanis yang Kokoh dan Presisi
- Dial Gauge untuk Pembacaan Akurat
- Kompatibilitas dengan Berbagai Substrat dan Coating
- Aplikasi dalam Industri: Di Mana Uji Ketahanan Cat Diperlukan?
- Studi Kasus Penggunaan: Mencegah Coating Failure di Lini Produksi
- Kesimpulan: Optimalkan Uji Ketahanan Cat dengan Erichsen Novetest ShE-1
- FAQ
- References
Overview Erichsen Novetest ShE-1: Alat Uji Ketahanan Cat untuk Coating & Finishing
Erichsen Novetest ShE-1 merupakan cupping tester mekanis yang berfungsi untuk mengukur ketahanan cat atau coating terhadap retak dan pelepasan ketika substrat di bawahnya mengalami deformasi. Prinsipnya sederhana namun sangat efektif: sebuah bola baja ditekan ke bagian belakang panel coating, mendorongnya membentuk kubah, sementara operator mengamati apakah lapisan coating di permukaan mampu mengikuti deformasi tersebut tanpa gagal.
Metode pengujian ini dikenal sebagai Erichsen cupping test dan mengacu pada ISO 1520:2006. Standar tersebut menetapkan dimensi punch bola baja, kecepatan deformasi, geometri die, hingga kriteria penilaian hasil. Dengan begitu, setiap laboratorium dan fasilitas produksi dapat memperoleh data yang konsisten dan dapat dibandingkan lintas pemasok.
Bagi QC coating, alat ini bukan sekadar instrumen tambahan. Anda menggunakannya untuk menjawab pertanyaan paling mendasar: apakah lapisan pelindung ini memiliki elastisitas yang cukup untuk bertahan pada proses manufaktur dan kondisi operasional? NOVOTEST ShE-1 membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut dengan data kedalaman indentasi yang presisi, sehingga keputusan menerima atau menolak batch coating tidak lagi berdasarkan asumsi.
Apa itu Erichsen Cupping Test dan Mengapa Penting?
Erichsen cupping test adalah metode uji mekanis yang mensimulasikan deformasi substrat untuk menilai seberapa jauh coating mampu meregang sebelum retak atau terlepas. Ketika substrat logam dibengkokkan atau ditekan, lapisan coating di atasnya harus mengikuti gerakan tersebut. Jika coating terlalu kaku atau adhesinya lemah, retakan halus atau pengelupasan akan terlihat pada permukaan.
Nilai pentingnya terletak pada kemampuan metode ini untuk mengukur elastisitas dan adhesi coating dalam satu pengujian terintegrasi. Uji ketahanan cat ini sangat relevan untuk produk yang akan mengalami proses bending, stamping, atau forming setelah proses finishing. Panel body mobil, sheet metal berlapis, hingga komponen appliance powder coating semuanya memerlukan jaminan bahwa coating tidak akan gagal selama proses manufaktur maupun masa pakai. Dengan kata lain, hasil uji ini merupakan indikator awal potensi coating failure di lapangan, sebelum produk sampai ke tangan pelanggan.
Standar ISO 1520:2006 dan Parameter Uji yang Diukur
ISO 1520:2006 menetapkan metode uji cup-indentation untuk mengevaluasi ketahanan cat, varnish, dan produk coating terkait terhadap keretakan dan/atau pelepasan dari panel logam yang mengalami deformasi bertahap. Standar ini menjadi referensi global bagi laboratorium QC, produsen coating, serta pabrikan komponen logam.
Parameter utama yang diukur adalah kedalaman indentasi dalam milimeter saat retak pertama kali terlihat pada permukaan coating atau saat coating mulai terlepas dari substrat. Semakin besar nilai kedalaman yang dicapai sebelum kegagalan, semakin baik elastisitas dan adhesi coating tersebut.
Standar ini juga memungkinkan dua mode evaluasi. Pertama, mode pass/fail, di mana Anda menetapkan kedalaman tertentu sesuai spesifikasi produk, misalnya 5 mm, kemudian memeriksa apakah coating lulus tanpa retak pada kedalaman tersebut. Kedua, mode progresif, di mana Anda meningkatkan deformasi secara bertahap hingga coating menunjukkan keretakan atau detachment pertama. Standar ISO 1520 juga menegaskan pentingnya kontrol kecepatan deformasi serta dimensi punch dan die untuk menjaga validitas hasil.
Cara Kerja Teknologi Erichsen Cupping Tester NOVOTEST ShE-1
Prinsip kerja NOVOTEST ShE-1 relatif mudah dipahami namun menuntut ketelitian dalam eksekusi. Anda menempatkan panel coating yang sudah dipersiapkan di antara die dan blank holder, lalu menjepitnya dengan cukup kuat agar tidak bergeser selama pengujian. Pastikan panel terpasang rata tanpa tegangan awal yang dapat mempengaruhi hasil.
Setelah panel terpasang, Anda memutar handwheel secara perlahan. Gerakan ini mendorong punch bola baja berdiameter 20 mm dari sisi belakang panel. Seiring punch naik, substrat logam mulai berdeformasi membentuk kubah. Dial gauge yang terpasang pada alat menampilkan kedalaman deformasi secara real-time dengan ketelitian 0,1 mm.
Selama proses berlangsung, Anda mengamati permukaan coating secara visual. Perhatikan dengan cermat area puncak kubah, karena di sanalah tegangan tarik paling besar terjadi. Ketika terlihat retakan pertama atau coating mulai terangkat dari substrat, hentikan putaran handwheel dan catat kedalaman yang ditunjukkan dial gauge. Nilai tersebut menjadi data utama hasil uji ketahanan cat Anda.
Prinsip Deformasi Bola Baja pada Panel Coating
Mekanisme fisik di balik Erichsen cupping test cukup menarik untuk dipahami. Ketika punch bola baja berdiameter standar 20 mm mendorong panel dari belakang, substrat logam mengalami deformasi plastis permanen. Substrat yang lentur tersebut memaksa lapisan coating di permukaannya untuk meregang dan mengikuti kontur baru.
Pada saat yang sama, coating mengalami tegangan tarik yang semakin besar seiring bertambahnya kedalaman indentasi. Lapisan coating yang elastis akan mampu meregang hingga batas tertentu. Namun, pada titik kritis, retakan mulai muncul pada permukaan coating. Titik ini menandai batas elastisitas coating tersebut. Jika deformasi terus dilanjutkan, coating dapat terangkat sepenuhnya dari substrat, menunjukkan kegagalan adhesi. Dengan demikian, uji ini memberikan informasi ganda: seberapa fleksibel coating dan seberapa kuat ikatannya dengan substrat.
Persiapan Panel Uji Sesuai Standar ISO 1520
Persiapan sampel yang benar menentukan validitas keseluruhan pengujian. Gunakan panel baja atau aluminium dengan ketebalan sesuai rentang standar, umumnya 0,3 hingga 1,0 mm. Panel harus dipotong rata dan memiliki permukaan yang bersih, bebas dari karat, minyak, atau cacat mekanis yang dapat menyebabkan kegagalan prematur.
Aplikasikan coating pada panel sesuai rekomendasi pabrikan cat atau coating. Perhatikan ketebalan lapisan, metode aplikasi, suhu curing, dan waktu pengeringan. Perbedaan parameter aplikasi dapat mengubah hasil uji secara signifikan, meskipun Anda menggunakan formula coating yang sama. Setelah coating kering sempurna, kondisikan panel pada suhu ruang sesuai standar sebelum pengujian.
Untuk mendapatkan data yang representatif, siapkan minimal tiga panel uji per batch. Hasil dari ketiga panel tersebut kemudian Anda rata-rata atau evaluasi secara individual untuk melihat konsistensi aplikasi coating. Praktik ini membantu tim QC mengidentifikasi variasi proses yang tidak terlihat pada inspeksi visual biasa.
Prosedur Pengukuran dan Pembacaan Kedalaman Deformasi
Prosedur operasional NOVOTEST ShE-1 dimulai dengan memasang panel uji di antara die dan blank holder. Kencangkan panel dengan cukup kuat untuk mencegah pergeseran, tetapi jangan terlalu kencang hingga menyebabkan deformasi awal. Pastikan permukaan coating menghadap ke atas, sementara punch bola baja berada di sisi belakang panel.
Setelah panel terpasang, atur posisi dial gauge ke nol. Putar handwheel secara perlahan dan konstan untuk menaikkan punch. Kecepatan deformasi yang direkomendasikan ISO 1520 berkisar antara 0,1 hingga 0,3 mm per detik. Deformasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan coating gagal lebih awal dari seharusnya.
Selama proses deformasi, arahkan pandangan Anda pada area puncak kubah dari sisi coating. Amati dial gauge dan permukaan coating secara bersamaan. Ketika Anda melihat retakan pertama atau tanda-tanda detachment, segera hentikan putaran dan catat kedalaman pada dial gauge. Untuk mode pass/fail, Anda cukup mencapai kedalaman yang ditentukan, kemudian memastikan tidak ada tanda kegagalan pada coating.
Fitur Unggulan dan Fungsinya pada NOVOTEST ShE-1
Setiap fitur pada NOVOTEST ShE-1 dirancang untuk mendukung akurasi, kemudahan penggunaan, dan keandalan jangka panjang dalam lingkungan laboratorium maupun produksi. Konstruksi mekanisnya yang kokoh meminimalkan pengaruh getaran dan backlash, sementara dial gauge presisi memberikan pembacaan yang dapat dipercaya. Desain ergonomisnya memungkinkan operator melakukan pengujian berulang tanpa cepat lelah, aspek penting ketika Anda menguji banyak panel dalam satu shift produksi.
Kombinasi fitur tersebut menjadikan NOVOTEST ShE-1 sebagai pilihan praktis bagi fasilitas QC yang membutuhkan instrumen andal tanpa kompleksitas operasional yang berlebihan. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah rincian fitur utama dan fungsinya.
Tabel berikut merangkum spesifikasi teknis Erichsen Cupping Tester NOVOTEST ShE-1:
| No. | Spesifikasi | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Diameter Ujung Sferis Punch | 20 mm |
| 2 | Diameter Dalam Matriks (Die) | 27 mm |
| 3 | Rentang Pengukuran | 0 – 15 mm |
| 4 | Ketelitian Pengukuran | 0,1 mm |
Konstruksi Mekanis yang Kokoh dan Presisi
NOVOTEST ShE-1 dibangun dengan body baja tahan korosi yang memberikan stabilitas struktural selama pengujian berulang. Punch dan die-nya terbuat dari baja hardened dengan dimensi presisi sesuai persyaratan ISO 1520. Material hardened ini memastikan tidak ada keausan dini yang dapat mengubah geometri kontak dan mempengaruhi hasil.
Konstruksi mekanis yang solid juga meminimalkan backlash pada mekanisme handwheel. Dengan demikian, setiap putaran yang Anda berikan langsung dikonversi menjadi kenaikan punch tanpa ada jeda atau loncatan. Hasilnya adalah pengukuran yang stabil dan dapat Anda replikasi dari satu panel ke panel berikutnya, syarat penting dalam uji ketahanan cat yang konsisten. Umur pakai alat ini pun panjang dengan perawatan minimal berupa pembersihan rutin dan kalibrasi berkala.
Dial Gauge untuk Pembacaan Akurat
Dial gauge pada NOVOTEST ShE-1 berfungsi sebagai pembaca kedalaman deformasi secara real-time. Dengan ketelitian pengukuran 0,1 mm, alat ini memenuhi toleransi yang ditetapkan untuk aplikasi QC coating sesuai ISO 1520. Posisi gauge yang dirancang ergonomis memudahkan operator membaca nilai kedalaman sambil tetap mengamati permukaan coating.
Jarum analog pada dial gauge memberikan interpretasi visual yang langsung. Operator dapat melihat laju pertambahan kedalaman dan mengantisipasi titik kritis pengujian. Untuk kebutuhan dokumentasi atau integrasi data digital, beberapa model mendukung penambahan aksesori digital opsional. Fitur ini mempermudah pencatatan hasil uji ke dalam sistem manajemen kualitas tanpa mengubah konfigurasi dasar alat.
Kompatibilitas dengan Berbagai Substrat dan Coating
Fleksibilitas NOVOTEST ShE-1 mencakup dukungan terhadap berbagai jenis material substrat dan sistem coating. Anda dapat menguji panel logam seperti baja karbon, aluminium, dan baja galvanis yang umum digunakan dalam industri manufaktur. Untuk jenis coating, alat ini kompatibel dengan cat cair, powder coating, varnish, hingga lapisan electroplating.
Kemampuan tersebut menjadikan alat ini fleksibel di berbagai departemen dan lini produksi. Dengan adaptor khusus, Anda bahkan dapat menguji coating pada substrat non-logam seperti plastik atau komposit tertentu. Kapasitas ketebalan substrat yang didukung mencapai 1,5 mm pada beberapa model, memberikan ruang bagi aplikasi yang lebih tebal. Kemudahan penggantian punch dan die juga mendukung pengujian yang lebih bervariasi dengan satu instrumen.
Aplikasi dalam Industri: Di Mana Uji Ketahanan Cat Diperlukan?
Uji ketahanan cat dengan metode Erichsen memiliki cakupan aplikasi yang luas karena sifatnya yang langsung relevan dengan kegagalan coating di lapangan. Dalam quality control coating, alat ini berperan sebagai penentu apakah batch coating yang datang atau produk yang selesai diproduksi memenuhi spesifikasi elastisitas minimum. Selain itu, pengujian durabilitas cat pada komponen otomotif, verifikasi coating protektif pada metal coating dan fabrikasi, hingga audit pemasok coating semuanya memanfaatkan metode ini.
Berikut adalah beberapa area aplikasi paling umum di industri:
Industri Otomotif dan Komponen Kendaraan
Produsen kendaraan dan pemasok komponen otomotif menggunakan Erichsen cupping test untuk memastikan coating pada panel body, bumper, dan komponen interior mampu bertahan terhadap proses stamping dan forming. Pengujian pass/fail pada batch produksi membantu menjaga konsistensi kualitas di tengah volume produksi tinggi. Selain itu, coating yang lulus uji ketahanan cat tidak akan mudah retak saat pemasangan komponen atau bahkan pada insiden gesekan ringan.
Metal Coating dan Fabrikasi Logam
Pada industri metal coating dan fabrikasi, coating protektif sering diaplikasikan pada pipa, profil, dan sheet metal sebelum produk akhir dibending atau diroll forming. NOVOTEST ShE-1 membantu Anda mengevaluasi coating tersebut secara kuantitatif dan mendeteksi dini potensi coating failure pada proses pembentukan. Dengan data ini, Anda dapat menyesuaikan parameter bending, memilih coating yang lebih elastis, atau mengubah proses curing untuk mengurangi reject dan klaim garansi.
Manufaktur Umum dan Quality Control
Di luar otomotif dan fabrikasi, uji ketahanan cat juga berperan penting dalam QC incoming material untuk cat dan coating. Anda dapat mengaudit pemasok berdasarkan performa coating yang terukur, bukan sekadar dokumen sertifikat. Laboratorium R&D juga menggunakan Erichsen cupping test untuk membandingkan performa coating dari pemasok berbeda atau mengevaluasi formula baru sebelum diproduksi massal. Dengan standar ISO 1520 sebagai acuan, data yang diperoleh dapat Anda gunakan sebagai dasar negosiasi teknis dengan pemasok.
Studi Kasus Penggunaan: Mencegah Coating Failure di Lini Produksi
Untuk memahami dampak nyata dari uji ketahanan cat menggunakan NOVOTEST ShE-1, mari telaah tiga studi kasus berikut. Masing-masing mewakili masalah coating yang umum terjadi di industri berbeda, lengkap dengan data kuantitatif dan tindakan perbaikan yang diambil.
Kasus 1: Panel Body Mobil yang Retak Saat Proses Stamping
Masalah: Sebuah pabrik perakitan menemukan panel body mobil mengalami retak coating pada area lengkungan setelah proses stamping. Kondisi ini baru terdeteksi setelah puluhan panel selesai diproduksi.
Pengujian: Tim QC mengambil panel coating dari lini yang sama dan mengujinya dengan NOVOTEST ShE-1 dalam mode progresif.
Hasil: Retak muncul pada kedalaman 4,2 mm, sementara spesifikasi mengharuskan ketahanan hingga 5 mm.
Tindakan: Manajemen meminta pemasok cat untuk menyesuaikan formula agar lebih elastis, sekaligus mengevaluasi ulang parameter curing di pabrik. Setelah perbaikan, uji ulang menunjukkan retak baru muncul pada kedalaman 6,1 mm.
Kasus 2: Coating Pipa Baja yang Terkelupas Setelah Bending
Masalah: Sebuah fabrikator pipa melaporkan coating protektif pada pipa baja terkelupas setelah proses bending radius kecil. Pelanggan menolak batch tersebut karena coating tidak lagi utuh pada area lengkung.
Pengujian: Sampel datar dari pipa yang sama diuji dengan NOVOTEST ShE-1 untuk mensimulasikan deformasi bending.
Hasil: Detachment terdeteksi pada kedalaman 2,8 mm.
Tindakan: Fabrikator beralih ke coating dengan elastisitas lebih tinggi dan menambahkan langkah pre-heating sebelum bending. Batch berikutnya lulus uji dengan deteksi detachment baru pada kedalaman 5,4 mm.
Kasus 3: Pengujian Pass/Fail untuk Batch Coating Powder
Masalah: Departemen QC sebuah pabrik appliance menerima batch powder coating untuk produk panel logam. Spesifikasi menyatakan coating harus tahan deformasi 6 mm tanpa retak.
Pengujian: Sebanyak 10 panel sampel diuji menggunakan NOVOTEST ShE-1 pada mode pass/fail di kedalaman 6 mm.
Hasil: Sembilan panel lulus tanpa keretakan, tetapi satu panel menunjukkan retak halus pada area puncak kubah.
Tindakan: Batch ditolak dan dikembalikan ke pemasok. Investigasi lanjutan menemukan inkonsistensi proses curing pada satu rak produksi pemasok.
Kesimpulan: Optimalkan Uji Ketahanan Cat dengan Erichsen Novetest ShE-1
Erichsen Novetest ShE-1 menghadirkan solusi akurat dan praktis untuk pelaksanaan uji ketahanan cat berbasis standar ISO 1520:2006. Dengan metode Erichsen cupping test yang terstandar, instrumen ini membantu tim QC coating memastikan durabilitas dan keandalan produk melalui pengukuran kedalaman deformasi yang objektif.
Penerapannya secara rutin memungkinkan Anda mendeteksi coating failure sebelum produk sampai ke lini pelanggan, mengurangi reject produksi, klaim garansi, serta biaya kualitas yang tidak perlu. Alat ini terbukti relevan bagi berbagai industri, termasuk manufaktur, otomotif, metal coating, dan fabrikasi. Dengan kombinasi konstruksi kokoh, pembacaan presisi, dan kompatibilitas luas, NOVOTEST ShE-1 menjadi instrumen yang layak untuk laboratorium QC maupun area produksi.
Dalam mendukung kegiatan pengujian dan pengukuran di industri, CV. Java Multi Mandiri hadir sebagai distributor resmi alat ukur dan alat uji di Indonesia. Perusahaan ini berfokus pada peran sebagai mitra pengadaan alat ukur untuk kebutuhan bisnis dan industri, menyediakan berbagai instrumen yang sesuai dengan standar mutu dan aplikasi spesifik. Pelajari lebih lanjut mengenai profil dan kapabilitas perusahaan melalui halaman berikut. Untuk kebutuhan pemilihan alat, spesifikasi teknis, atau penyesuaian anggaran pengadaan, Anda dapat mengakses layanan konsultasi gratis yang tersedia bagi setiap calon pengguna.
FAQ
Apa perbedaan uji ketahanan cat metode Erichsen dengan uji adhesi Cross-Cut?
Uji Erichsen menggunakan deformasi mekanis untuk mengukur ketahanan coating terhadap retak dan pelepasan saat substrat meregang. Metode ini mengevaluasi elastisitas dan adhesi secara bersamaan melalui simulasi proses forming atau bending. Hasilnya berupa kedalaman indentasi dalam milimeter. Sementara itu, uji adhesi Cross-Cut mengukur daya rekat coating pada substrat dengan membuat pola sayatan grid pada lapisan coating, lalu menempelkan pita perekat dan menariknya. Cross-Cut menilai adhesi coating pada kondisi statis tanpa deformasi substrat. Kedua metode saling melengkapi: Cross-Cut fokus pada kekuatan ikatan, sedangkan Erichsen fokus pada kemampuan coating mengikuti deformasi.
Berapa ketebalan minimum coating yang dapat diuji dengan NOVOTEST ShE-1?
NOVOTEST ShE-1 tidak menetapkan ketebalan minimum coating secara spesifik karena metode ini menilai integritas coating secara keseluruhan selama deformasi substrat. Namun, untuk pengamatan retak pertama yang jelas, coating perlu memiliki ketebalan yang cukup sehingga perubahan visual dapat terlihat. Coating yang terlalu tipis, di bawah sekitar 10 mikron, mungkin sulit diamati tanpa alat bantu visual tambahan. Standar ISO 1520 lebih menekankan pada ketebalan substrat panel uji (umumnya 0,3 hingga 1,0 mm) dan kejelasan deteksi keretakan pada coating. Untuk pengamatan lebih teliti, gunakan kaca pembesar atau mikroskop ringan.
Apakah NOVOTEST ShE-1 dapat digunakan untuk coating pada substrat non-logam?
NOVOTEST ShE-1 dirancang terutama untuk panel logam sesuai standar ISO 1520. Namun, dengan adaptor khusus dan penyesuaian parameter pengujian, beberapa substrat non-logam seperti plastik kaku atau komposit tertentu dapat diuji. Perlu diperhatikan bahwa karakteristik deformasi substrat non-logam berbeda secara signifikan dari logam. Substrat non-logam mungkin mengalami deformasi elastis atau patah sebelum mencapai kedalaman yang diinginkan, sehingga interpretasi hasil harus Anda lakukan dengan hati-hati. Untuk aplikasi non-logam, sebaiknya lakukan uji pendahuluan dan konsultasikan dengan tenaga teknis berpengalaman.
Bagaimana cara mengkalibrasi Erichsen Cupping Tester agar hasilnya akurat?
Kalibrasi NOVOTEST ShE-1 umumnya mencakup verifikasi geometri punch dan die, pemeriksaan keausan pada komponen kontak, serta validasi akurasi dial gauge. Gunakan blok standar atau mikrometer eksternal untuk memverifikasi pembacaan dial gauge pada beberapa titik rentang ukur. Pastikan diameter ujung sferis punch masih 20 mm dan diameter dalam die 27 mm sesuai spesifikasi ISO 1520. Periksa juga kelurusan gerakan punch dan kekencangan mekanisme handwheel. Kalibrasi sebaiknya Anda lakukan secara berkala sesuai beban penggunaan, misalnya setiap 6 hingga 12 bulan, atau setelah insiden yang berpotensi merusak alat. Dokumentasikan hasil kalibrasi untuk mendukung jejak audit sistem manajemen mutu.
Rekomendasi Coating Thickness Meter
References
- ISO 1520:2006. Paints and varnishes — Cup-indentation test. International Organization for Standardization.
- ASTM D522/D522M-17. Standard Test Methods for Mandrel Bend Test of Attached Organic Coatings. ASTM International.
- Erichsen GmbH & Co. KG. Cupping Tester Model 202/202C – Operating Instructions and Technical Data. Erichsen Technical Document.
- Novotest. Erichsen Cupping Tester NOVOTEST ShE-1 – Product Datasheet and Application Manual. Novotest Instrumentation.
- Talbert, Rodger. Paint Technology Handbook. 1st ed. Boca Raton: CRC Press, 2008. Chapter on mechanical properties of organic coatings.




